Terkait Hilangnya 1.500 Bilik Suara, Lima Komisioner dan Seketaris KPU Lamsel di Periksa Polisi

Pelita Ekspres | Minggu, 04 Maret 2018 | Dibaca: 208 | Hukum & Kriminal

Terkait Hilangnya 1.500 Bilik Suara, Lima Komisioner dan Seketaris KPU Lamsel di Periksa Polisi

Bejo Purnomo Seketaris KPU Lamsel

(pelitaekspres.com)-KALIANDA--Lima Komisioner dan Sekretaris KPU Lampung Selatan telah diperiksa oleh jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Selatan beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan terhadap para penyelenggara Pemilu ini dilakukan setelah diketahui Bilik Suara hilang sebanyak 1.500 unit yang disimpan di Gudang KPU setempat.

Pemeriksaan terhadap jajaran Komisioner KPU ini dilakukan, Jumat (2/3), sedangkan terhadap sekretaris KPU Bejo Purnomo dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (1/3) lalu.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Efendi SIK MH melalui telepon selulernya,, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para Komisilner dan Sekretaris KPU Lampung Selatan terkait hilangnya Bilik Suara sebanyak 1.500 unit " ya mas, kami sudah meminta keterangan terhadap Komisioner dan Sekretaris KPU guna penyelidikan lebih lanjut " tulis Efendi melalui WA yang dikirim kepada pelitaekspres.com.

Sekretaris KPU Lampung Selatan Bejo Purnomo kepada pelitaekspres.com saat ditemui mengatakan bahwa diketahui hilangnya 1.500 unit Bilik Suara tersebut diketahui setelah dirinya melakukan Inventarisir semua inventaris yang ada di KPU Lampung Setelah pasca dirinya ditetapkan menjadi Sektetaris KPU setempat " kata Bejo.

Dari data yang ada bahwa 30 Agustus 2017 lalu (pengecekan Inventaris KPU termasuk Bilik Suara ) jumlahnya cukup yakni sebanyak 3.886 Bilik Suara.

Namun setelah kami melakukan pengecekan ulang pada tanggal 12 Februari 2018 jumlah berkurang sebanyak 1.500 Bilik Suara, atas kekurangan/hilangnya Bilik Suara tersebut pihaknya langsung membuat Laporan Kehilangan ke Mapolres Lampung Selatan sebagai laporan " papar Bejo yang mengaku ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp.150 juta dan sudah diminta keterangan oleh pihak kepolisian.

Oleh karena itu pihaknya berharap kasus ini dapat terselesaikan sehingga tahapan Pilkada dan Pemilu dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. ( ton)