Penyuluhan Bahaya Narkoba Kodim 0427/WK Dalam Rangkat HUT Persit ke-72

Pelita Ekspres | Senin, 05 Maret 2018 | Dibaca: 91 | Hukum & Kriminal

(pelitaekpres.com)-WAYKANAN--Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke - 72 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2018 serta program Kodim 0427/WK dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Kodim 0427/WK Triwulan – I Tahun 2018, sebanyak kurang lebih 121 orang Prajurit Kodim 0427/Way Kanan dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Dim 0427/Way Kanan menerima penyuluhan tentang bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung. Senin (05/03/2018)

Hadir dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkoba tersebut yaitu Dandim 0427/WK Letkol Inf Uchi Cambayong, Ketua Tim Penyuluh BNNP Lampung Edy Marjoni selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M BNN Provinsi Lampung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Dim 0427/WK, Danramil jajaran Kodim 0427/WK, Perwira Staf Kodim 0427/WK serta prajurit dan ibu Persit Kodim 0427/WK.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0427/Way Kanan Letkol Inf Uchi Cambayong, S.IP menyampaikan sambutannya bahwa saat ini Indonesia sedang darurat narkoba, berton-ton narkoba sudah berhasil diamankan oleh aparat TNI, Polri maupun BNN, dan itu hanya yang berhasil diamankan, kemungkinan besar yang sudah lolos dan beredar di masyarakat Indonesia juga sudah banyak, sehingga prajurit beserta Ibu Persit Kodim 0427/WK agar dapat menjaga keluarga masing-masing dari bahaya narkoba, jangan sampai ada keluarga kita sebagai pengguna maupun pengedar narkoba.

Ketua Tim Penyuluh dari BNNP Lampung Bpk. Edy Marjoni selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M BNN Provinsi Lampung juga memberikan penyuluhan bahwa benteng terakhir dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba di lingkungan kita saat ini yaitu para ibu-ibu, peran ibu sangat penting dalam mengontrol anak-anaknya agar tidak menggunakan narkoba, selain itu para prajurit maupun ibu – ibu harus mengenali jenis dan bentuk dari narkoba tersebut serta alat-alat yang digunakan untuk mengkonsumsinya, sehingga apabila ada anak kita atau di lingkungan kita ada yang menggunakan maupun menemukan barang-barang terlarang tersebut, kita bisa tau bahwa itu barang terlarang dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.(Deni)