Pendidikan Anti Korupsi untuk Siswa SMA se-Lampung

Pelita Ekspres | Jumat, 09 Februari 2018 | Dibaca: 61 | Pendidikan

(pelitaekspres.com)-BANDARLAMPUNG--Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Umitra akan menghelat pendidikan anti korupsi untuk siswa SMA-Se-Lampung, Sabtu (10/2).

Acara yang akan mengambil tempat di Ballroom Umitra ini, sedikitnya melibatkan 250 siswa SMA se-Lampung dengan mengambil tema: “melalui pendidikan anti korupsi kita ciptkakan generasi muda yang cerdas, berkualitas dan berkarakter demi terwujudnya negara bebas korupsi”.

Dipastikan beberapa narasumber akan hadir dalam acara ini diantaranya Deputi Bidang Pencegahan (Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat) KPK, Erlangga Kharisma Adikusumah, didampingi Anissa Ramadhany, Wakil Bupati Pesisir Barat, erlina, SP., MH., Direktur Distreskrimum Polda Lampung, AKBP Bobby Marpaung,  Asisten Tindak Pidana Khusus Kajati Lampung, Tongging Banjar Nahor, SH., MAP.

Hadir pula Dr. H. Andi Surya Ketua Yayasan Mitra Lampung yang juga senator DPD RI.

BEM Umitra menghimpun siswa SMA untuk mengembangkan pemahaman bahanya dampak dari korupsi. Memberikan gambaran dari dampaknya korupsi bagi negara dan masyarakat, serta memberikan bekal iman untuk tidak melakukan korupsi.

“Dengan pendidikan anti korupsi ini diharapkan para siswa dapat memantapkan iman dan taqwa untuk tidak berbuat korupsi dan menjaga generasi bangsa yang jujur dan beradab,” ujar Ir. Affan Zaldi Erya, Waket III STIKes Umitra.

Menurut Aldi, atsmosfer akademik di Umitra terus bersinergi , seminar seperti ini bisa terlaksana karena di kampus Umitra aktivis mahasiswa tidak hanya membahas hal-hal yang terkait dengan disiplin ilmu mereka namun juga mengkaji  secara ilmiah fenomena sosial di sekitar masyarakat, tentu saja dengan menghadirkan nara sumber yang berkompeten.

Ketua Yayasan Mitra Lampung Dr. H. Andi Surya, mengungkapkan, sebelum kita melakukan upaya pemberantasan korupsi, perlu disusun sebuah strategi komprehensif, karena dengan keterbatasan tenaga yang ada, hams dipikirkan bagaimana agar tidak terulang lagi cerita korupsi yang sama dan bagaimana memperkuat generasi penerus bangsa agar menjadi insan-insan yang antikorupsi.
“Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan, dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari pengertian itu terlihat betapa luasnya para wakil rakyat menggambarkan makna pemberantasan korupsi. Dari tiga poin utama pengertian pemberantasan korupsi yaitu mencegah, memberantas (dalam arti menindak pelaku korupsi), dan peran serta masyarakat, termasuk dari elemen pelajar dan mahasiswa,” ujar senator DPD RI ini.

“Pendidikan anti korupsi adalah program pendidikan tentang korupsi yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kepedulian warganegara terhadap bahaya dan akibat dari tindakan korupsi, saya sangat apresiatif sekali dengan prakarsa BEM  Umitra menggagas acara ini,” tandasnya.(rls)