(pelitaekspres.com) – BLITAR –  Rabu 27 November 2024 masyarakat Kabupaten Blitar menentukan pemimpinya, seperti di sampaikan Rahmat Santoso berkomitmen untuk menjaga keharmonisan politik dan kerja sama demi kemajuan Blitar.

Bahkan, Rahmat Santoso menekankan komitmennya siap membangun Kabupaten Blitar bersama rakyat.

“Tentunya kami siap membangun Kabupaten Blitar bersama masyarakat Blitar,  kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ucap Rahmat.

Sebagai seorang Pemimpin yang Loyalis dan berpengalaman dalam pemerintahan, Rahmat Santoso berjanji untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Blitar yang lebih baik.

“Sudah sepantasnya kita berupaya mensejahterakan masyarakat Kabupaten Blitar nantinya, baik di bidang Pendidikan, Kesehatan itu yang utama, jika memang diberikan amanah itu,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari berbagai tokoh masyarakat dan jaringan politik yang kuat, Rahmat Santoso optimis bisa membawa Rekom dan dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Blitar.

Semangat dan komitmen yang ditunjukkan Rahmat menjadi harapan baru bagi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Blitar di masa mendatang.

Mantan Wakil Bupati Rahmat Santoso datang ke acara Pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Blitar (Kajari) memenuhi undangan dengan mengendarai mobil super mewah Lexus LX 570 warna hitam dengan nopol S 91.

Mobil built up dengan kapasitas mesin 5.600 cc tersebut, diketahui harga barunya mencapai Rp 3,3 miliar. Dengan menumpangi mobil berharga miliaran tersebut, Rahmat Santoso seperti ingin menunjukkan kabar belum mengembalikan mobdin sedan Toyota Camry tahun lawas tentu tidak sesuai dengan kenyataan.

“Buat apa saya mengambil mobdin tua, apalagi saya malah keluar biaya banyak untuk memperbaiki mobdin yang selama ini saya pakai. Seperti Fortuner, Innova dan lainnya, silahkan tanya kepada yang membidangi hal tersebut,” kata Rahmat usai acara.

Disinggung munculnya kabar belum dikembalikannya mobdin, saat dirinya akan maju pada Pilkada 2024 ini apakah black campaign (kampanye hitam).

Rahmat hanya menjawab silahkan masyarakat yang menilai, apakah masuk akal pihaknya tidak mengembalikan mobdin dan ingin memilikinya.

“Silahkan kalau mau black campaign, saya tidak mau menuduh siapa pun, biar masyarakat yang menilai sendiri ,” pungkas Wakil Ketua DPW PAN Jawa Timur usai menghadiri acara tersebut.(Mst)

Tinggalkan Balasan