(pelitaekspres.com) -MESUJI – Ruang kerja 4×8 meter itu terlihat sangat rapi dengan meja kerja dan kursi tamu disusun saling berhadapan. Tak ada ornamen dinding. Suhu terukur dalam temperatur 18 derajat dan itu adalah temperatur yang cukup nyaman jika dibandingkan dengan sengatan matahariĀ  di luar jendela.

Kepala Inspektorat Kabupaten Mesuji, Edison Basid, cepat-cepat mendekati kursi tamu sesaat setelah tim media pelita ekspres mengunjunginya. Pembicaraan ringan segera terjadi dengan ditemani secangkir kopi panas yang asapnya segera mengabarkan kesegaran.

“Inspektorat adalah sapu yang memang harus bersih sebelum benar-benar digunakan,” cuplik Edison Basid seraya menambahkan bahwa dia cukup menikmati berada dalam posisi itu.

Dia sebenarnya adalah sosok pendiam yang jarang diekspos media meski dalam kondisi tertentu dia juga bisa tiba-tiba berubah setegas tentara. Untuk ukuran Kepala Badan di satuan kerja inspektorat Mesuji dia terbilang menjabat paling lama yakni sejak tahun 2019.

“Sudah lima tahun,” ucapnya pelan. “Mungkin saya adalah pejabat terlama di posisi ini.”

Lebih dari itu, lelaki dengan nama lengkap, Drs. Edison Basid Habibi, M.Si, CGCAE adalah putra daerah kelahiran Desa Sungai Sidang Kecamatan Rawajitu Utara yang tidak pernah melupakan tanah kelahiran. Kejelasan itu terekam dari percakapan media pelita ekspres dengan Kepala Desa (Kades) Sungai Sidang, Gundamardi terkait kinerja Edison selama ini.

Jika ada persoalan yang bersinggungan dengan desa tua terutama Desa Kuala Sidang, beliau pasti akan menelpon saya baik untuk mengkonfirmasi atau sekadar mengkoreksi. Boleh dibilang, dia adalah putra daerah kebanggaan Sungai Sidang,”ujar Kades Gundamardi melalui sambungan telepon Rabu (10/7).

Dia juga mencatat, dalam hal pengawasan yang bersinggungan dengan kinerja aparatur di desa-desa, sejauh kesalahan tak terlalu fatal. Edison lebih suka mengedepankan pola pembinaan dan edukasi secara kekeluargaan, bahasa tepatnya dinasehati dulu,”ucap Kades Gundamardi. “Dipanggil. Diingatkan. Terus dibina. Dan di luar itu, dia juga menyimpan perhatian khusus terhadap Dusun Kuala Mesuji yang sebagian besar penghuninya memang berasal dari Desa Kuala Sidang,”papar Gundarmardi.

Kades Gun –begitu sapaan akrabnya– tak lupa menjelaskan kalau penyebutan Edison sebagai putra daerah sama sekali bukan asal bunyi. Tapak atas sebutan itu, menurut dia, setidaknya bisa diketahui dari nama salah satu anak sungai di Kuala Sidang yang diambil dari nama nenek Edison Basid. “Kami menyebutnya Sungai Repina dan nama itu diambil dari nama Nenek Pak Edison,”jelas Kades Gun.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat adat Mesuji yang juga mantan Kepala Desa Tebing Karya Mandiri, Badrun Ali. Pria yang karib dipanggil Mang Badrun ini mengatakan kalau Nenek Repina adalah isteri dari Licai, orang pertama yang membuka jalur sungai yang kemudian dinamai dengan Sungai Repina.

“Kami biasanya memanggil suami Nenek Repina itu sebagai Kepala Licai sebab dia adalah orang yang mengepalai masyarakat Suku Sugi Waras saat pertama kali datang ke Mesuji,” terang Mang Badrun. (Fiter)

Tinggalkan Balasan