(pelitaekspres.com) –BANDUNG- Reyka Nadina Ilham, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) menjelajahi pengalaman pertukaran mahasiswa di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, melalui PMM batch empat, salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ingin ke luar zona nyaman menjadi salah satu alasan Reyka memutuskan untuk mengikuti program ini. Reyka juga berkesempatan  melakukan bounding bersama kelompok dan belajar tentang budaya sunda dan budaya di sekitar Jatinangor.

Ia berkesempatan mengunjungi tempat wisata yang ada di Jawa Barat yakni Saung Angklung Udjo, PT Dirgantara, Kawah Putih, Tangkuban Perahu, Great Asia Afrika, serta Situ Patenggang. Selain belajar budaya, Reyka dalam hal akademik merasakan perbedaan dari segi jumlah tugas yang lebih banyak, serta dituntut berpikir kritis.

“Di Unpad mahasiswanya sangat dituntut untuk aktif di dalam kelas. Terbukti dari setiap perkuliahan yang selalu aktif dalam sesi tanya jawab. Kita juga dituntut berpikir lebih kritis karena tugasnya hampir semua jenisnya menganalisis,” tutur Reyka diwawancarai via WhatsApp pada Minggu, 30 Juni 2024.

Dari perbedaan yang Reyka alami, mahasiswi penyuka warna pink tersebut juga mengaku mengalami culture shock melihat gaya berpakaian mahasiswanya yang cenderung lebih dibebaskan dalam mengekspresikan diri. Selain gaya berpakaian, perbedaan sistem belajar juga menjadi hal yang mengagetkan Reyka sehingga ia perlu usaha keras untuk adaptasi.

Reyka juga mengikuti kontribusi sosial yang merupakan bagian dari modul nusantara dalam rangka mengabdi kepada masyarakat. Program kontribusi sosial yang Reyka dan kelompoknya laksanakan, yakni sosialisasi perlindungan hama pada tanaman, serta membantu menanam bibit dan mengolah tanah.

Banyak sekali pelajaran yang didapatkan mahasiswa FH Unila tersebut dalam mengikuti PMM, mulai dari sistem belajar saat perkuliahan, belajar budaya, hingga merasakan serunya memakai transportasi umum di setiap waktu. Selain itu ia belajar mandiri sebagai mahasiswa rantau yang hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

“Untuk teman-teman jangan takut ke luar zona nyaman. Cari pengalaman sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan ikut program PMM, terlebih Unila selalu menyediakan kesempatan untuk kita berkembang, jadi manfaatkan hal itu. Walaupun awalnya berat, tapi nanti akan terbiasa dan pastinya tidak akan menyesal,” tandas Reyka.

Reyka berharap, melalui program PMM yang ia ikuti dapat membuka wawasan, lebih bisa membuka pikiran, dan lebih mengenal Indonesia dengan beragam kebudayaan dan sistem sosial yang beragam.(Red)

Tinggalkan Balasan