(pelitaekspsres.com) –BANDAARLAMPUNG- Sayembara Desain Arsitektur Gerbang Masuk Universitas Lampung (Unila) memasuki tahap penjurian akhir. Pada Senin, 11 Desember 2023, keenam tim yang berhasil lolos menghadapi penilaian secara langsung di ruang sidang utama lantai dua Rektorat Unila.

Tim-tim yang berhasil melaju ke tahap akhir ini antara lain SGU 106 Triastika Unila, SGU 120 Lampung, Naung, Sambung, SGU 129 ChangGate, SGU 134 Sai Cighi, SGU 138 Gerbang Cahaya Blangan Sinagh, dan SGU 142 The Triblangan.

Ketua Pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Lampung, Ar. Dadang Setiawan melaporkan, sayembara ini telah berlangsung sejak 15 November 2023. Proses seleksi melibatkan dua tahap penjurian, yaitu secara daring dan presentasi langsung.

Dadang menjelaskan, untuk memastikan desain yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional sesuai standar dan kompetensi, IAI mewajibkan ketua tim peserta sebagai arsitek profesi yang terdaftar di Dewan Arsitek Indonesia (DAI).

Dari 60 tim pendaftar dari berbagai provinsi di Indonesia, satu tim harus gugur karena tidak memenuhi persyaratan. Lima puluh sembilan tim lolos seleksi administrasi dan dari jumlah tersebut, 41 tim berhasil mengajukan karya desain mereka.

Tim juri yang menilai presentasi di antaranya Ar. Aswin Indraprasta IAI pusat, Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Arsitektur, Perencanaan, Pengembangan, Kebijakan ITB Ar. Fritz Akhmad Nuzir mewakili IAI Lampung, serta beberapa anggota DAI dan dosen arsitektur dari berbagai universitas di Indonesia.

Dadang berharap, proses penjurian ini dapat memberikan hasil positif dan semangat baru bagi Unila sebagai landmark atau penanda kawasan pendidikan. Ia juga menginginkan kerja sama dengan Unila dapat terus berkembang untuk memajukan pendidikan arsitektur dan profesi arsitek di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Unila Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., membuka acara dengan menekankan gerbang masuk Unila bukan hanya sebagai elemen fisik semata melainkan simbol identitas kampus sebagai kampus peradaban.

“Unila memiliki visi menjadi world class university, dan gerbang ini adalah tanda kita merintis untuk menjadi lebih baik dalam segala aspek, bukan hanya tridarma perguruan tinggi,” ungkap Dr. Ayi.

Acara ini turut dihadiri Kepala BPHM, pengurus IAI Lampung, dan para wakil dekan Unila.(*)

Tinggalkan Balasan