(pelitaekspres.com) – LAMPUNG TENGAH – tau ga sih brosis kalo tidak hanya hubungan brosis saja yang bisa putus, tapi fuse/sekring sepeda motor juga bisa loh.

Kepala Mekanik Tdm Kota Gajah akan memberikan tips merawat fuse pada sepeda motor kamu, ” sepeda motor modern tentunya sudah dilengkapi dengan sistem kelistrikan. Sistem ini tentunya membutuhkan pengaman, agar tidak terjadi korsleting. Perangkat untuk mengamankan kelistrikan pada kendaraan bermotor adalah sekring”, ujar Miawanto.

Meski berukuran kecil, sekring ternyata memiliki banyak fungsi. Jika tidak dilengkapi dengan sekring, motor bisa saja mengalami mogok. Bahkan pada beberapa kasus tertentu, dapat menyebabkan kebakaran akibat korsleting listirk.

Tugas utama sekring adalah memutus arus, terutama jika terjadi korsleting di rangkaian kelistrikan pada kendaraan bermotor. Sekring yang digunakan pada kendaraan biasanya ada dua jenis, yakni sekring tabung (tube fuse) dan sekring tancap (fuse blade).

Perbedaannya dapat dilihat dari nama. Kalau sekring tabung punya ciri khas berbentuk tabung dan bening. Alhasil dengan sekring tabung, lebih mudah untuk mengontrol kondisi terkini, ketika terjadi putus sekring. Hanya saja sekring tabung biasa dipakai di motor lawas.

Sementara untuk sekring tancap atau fuse blade merupakan penggantinya. Jenis ini biasa digunakan pada kendaraan modern yang dipasarkan saat ini. Sesuai namanya, cara pemasangannya dengan cara ditancapkan. Sekring model ini memiliki berbagai warna yang berbeda sesuai dengan kapasitasnya.

Urusan perawatan sekring (fuse) dan juga kotak sekring (fuse box), pemilik kendaraan wajib tahu. Agar tidak terjadi korsleting dikemudian hari.

Fungsi utamanya menjaga arus listrik agar tidak melebihi kebutuhan. Kotak sekring merupakan rumah sekring sekaligus tempat lalulalang arus listrik dan pengaman bagi sistem kelistrikan kendaraan.

Fuse box bukan peranti yang sering rewel, tapi seiring bertambahnya usia kendaraan. Biasanya kotak sekering dapat menjadi momok yang berakibat fatal.

Kabel-kabel di fuse box bisa menjadi kaku, begitu pun soket-soket mulai teroksidasi karat. Semuanya dapat menghambat kelancaran aliran listrik, bahkan tak jarang berujung pada arus pendek atau korsleting.

Bagi kamu yang memiliki kendaraan bermotor yang berusia di atas 5 tahun, kamu perlu membersihkan kotak sekring sekaligs sekringnya.

Fungsi utama sekring motor jenis tancap atau blade fuse sama seperti sekring tabung. Komponen ini bekerja memutus arus listrik yang melewati sekring. Dengan begitu, kebakaran dapat terhindarkan.

Sekring tancap akan memutus arus listrik, jika terjadi kelebihan arus listrik yang melewatinya. Dengan kata lain sekring motor bisa diibaratkan sebagai alat pengaman. Bila sekring tidak bekerja secara normal, dampaknya dapat mengakibatkan perkabelan pada motor kamu langsung terbakar.

Menariknya, spesifikasi Sekring motor jenis tancap atau blade fuse dibedakan dari warna. Sebagai pengguna kendaraan bermotor harian, sebaiknya kita wajib mengetahui kode warna sekring tancap, agar tidak salah beli di kemudan hari.

Di beberapa kasus, sekring tancap juga kerap dilengkapi dengan informasi mengenai spesifikasi arus di bagian atasnya. Namun permasalahannya tidak semua sekring motor jenis tancap dilengkapi kode tulisan tersebut. Oleh karena itulah, patokan warna menjadi hal yang sangat penting.

Terlebih kode warna di sekring tancap berlaku universal. Jadi kemungkinan untuk terjadi kesalahan sangatlah minim. Supaya kamu paham, berikut ragam warna dan spesifikasi sekring motor yang biasa ditemui pada kendaraan bermotor:

  • Oranye mewakili 5 Ampere (A).
  • Merah mewakili 10A.
  • Biru untuk 15A.
  • Kuning untuk sekring 20A.
  • Bening atau ungu dipakai sekring 25A.
  • Hijau untuk 30A.

Sekarang sudah tahukan warna dan pengertian sekring untuk kendaraan bermotor yang kamu punya. Sebaiknya kamu harus membiasakan untuk simpan cadangan sekring, terlebih jika sedang melakukan perjalanan jauh.

Memang terlihat sepele, namun jika terjadi masalah, dampaknya kendaraan bermotor yang kamu punya bisa mogok, lho.

Sebaiknya jangan beli di bawah batas listriknya. Sebagai contoh, standar 10A namun kamu memasang dengan sekring 5A. Alhasil sekring akan sering putus.

Sejalan dengan itu, jika standarnya 5A lalu kamu pasang 10A. Arus listrik yang lewati sekring bisa lebih dan merusak peranti yang membutuhkan setrum, seperti bohlam atau panel instrumen.

Hati-hati dampaknya komponen bisa rusak, dan paling parahnya dalam kondisi hubungan pendek bisa menyebabkan kebakaran. Jadi alangkah baiknya jangan pernah sepelekan komponen yang satu ini.

Tinggalkan Balasan