(pelitaekspres.com) –BANDARLAMPUNG- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Lampung (Unila) menggelar lokakarya untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik bagi mahasiswa. Kegiatan ini sukses digelar di Gedung Aula A FKIP Unila pada Selasa, 2 Juli 2024.

Acara yang dibuka Kepala UPT Bahasa Unila Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa FKIP Unila agar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Bambang Riadi dalam sambutannya menjelaskan, UPT Bahasa Unila berperan penting sebagai lembaga pelayanan publik di lingkungan Unila, yang fokus pada pembelajaran bahasa termasuk tes bahasa, pembinaan, dan pembimbingan bahasa.

Sesi pertama mengenai penggunaan bahasa tulisan dan problematikanya dipandu Widyabasa Ahli Muda Kantor Bahasa Provinsi Lampung Dina Ardian S.Pd. Materi ini membahas berbagai jenis bahasa di ruang publik, faktor-faktor yang memengaruhi bahasa lisan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berbahasa lisan.

“Problematika bahasa lisan yang bisa kita jumpai yakni ketidakjelasan artikulasi, ritme, dan pengaruh dialek. Penggunaan bahasa Indonesia yang kurang tepat juga dapat menyebabkan konflik serta deskriminasi dan pelanggaran hak asasi manusia,” tutur Dina.

Materi kedua dipandu Penyuluh Bahasa Kantor Bahasa Provinsi Lampung Kiki Zakiah Nur, S.S., yang membahas penggunaan bahasa tulis di lingkungan publik dan problematikanya. Kiki menekankan pentingnya pemahaman kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat penggunaan bahasa tidak tepat.

“Perlu mengadakan pembelajaran bahasa Indonesia sehingga dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Kemudian untuk memerangi bahasa asing masuk yang dapat memudarkan bahasa Indonesia, salah satunya menanamkan rasa bangga terhadap bahasa tanah air,” pungkas Kiki.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Unila ini diharapkan dapat tertanam dalam penerapan bahasa di semua lingkup lingkungan, baik lingkungan formal seperti kampus maupun lingkungan nonformal.(Red)

Tinggalkan Balasan